Makna Ahlussunnah wal Jama’ah


Bismillah…, Alhamdulillah washalatu wassalamu’ala rasulillah wa ‘ala alihi wa ashabihi wa man tabi’ahum biihsanin ila yaumiddin.

Ucapan syukur tiada hentinya kita tujukan kepada Allah Ta’ala, Salawat dan salam kita haturkan kepada teladan yang mulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dalam edisi kali ini kita akan membahas seputar makna ahlussunnah wal jama’ah. Istilah ini tidak asing lagi bagi kaum muslimin, namun sudahkah kita mengetahui maknanya dengan benar? Semoga Allah Ta’ala memahamkan kita tentang makna ahlussunnah wal jama’ah yang benar melalui tulisan yang sederhana ini. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Ahlusunnah wal jama’ah
Istilah ahlussunnah wal jama’ah merupakan gabungan kata yang terdiri dari tiga kata utama yaitu ahlu, as-sunnah dan al-jama’ah. Ahlu artinya pengikut, ahlussunnah berarti pengikut sunnah, Sementara ahluljama’ah berarti pengikut jama’ah. Untuk lebih jelasnya perlu kita perhatikan makna ahlussunnah dan ahluljama’ah menurut bahasa dan pandangan syariat.

Definisi ahlussunnah
Kata as-sunnah secara bahasa berarti sejarah (perjalanan hidup) dan jalan (metode) yang ditempuh, baik jalan (metode) yang terpuji maupun yang tercela, sesuai dengan sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang mengerjakan (dan menganjurkan) dalam Islam sunnah yang baik, maka ia mendapat pahalanya dan pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengerjakan (dan menganjurkan) dalam Islam sunnah yang jelek, maka ia mendapat dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Adapun menurut syariat as-sunnah adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, baik tentang ilmu, keyakinan, perkataan maupun perbuatan. Dan ini adalah as-sunnah yang wajib diikuti. Orang yang mengikutinya akan dipuji dan orang yang menyalahinya akan dicela.

Menurut Ibnu Rajab Al-Hambali as-sunnah adalah jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi dan para Khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa keyakinan, perkataan dan perbuatan, itulah as-sunnah yang sempurna. Oleh karena itu para generasi terdahulu tidak menamakan as-sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut. Hal ini juga diriwatkan dari Imam Hasan al-Bashri, Imam al-‘Auza’i, dan Imam Fudhail bin ‘Iyadh.

Dari penjelasan singkat di atas bisa dipahami bahwa ahlussunnah adalah orang yang mengikuti as-sunnah dan berpegang teguh dengannya, yaitu para sahabat dan setiap muslim yang mengikuti jalan mereka sampai hari kiamat. Imam Ibnu Hazm berkata, “ahlussunnah adalah pengikut kebenaran, selain mereka adalah ahlulbid’ah (pengikut perkara-perkara baru di dalam agama). Ahlussunnah adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan tabiin, lalu para ulama hadits, ulama fiqih dari satu generasi ke generasi selanjutnya sampai hari ini dan juga masyarakat secara umum yang mengikuti mereka, baik di belahan bumi barat maupun timur.”

Definisi ahluljama’ah
Definisi jama’ah secara bahasa berarti kelompok dan bersatu, antonimnya adalah berpecah belah. Dalam hadits, banyak sekali disebutkan perintah untuk berjama’ah dan larangan berpecah belah. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang melihat pemimpinnya melakukan hal yang tidak ia senangi, hendaknya ia bersabar, sebab siapa saja yang keluar dari jama’ah lalu mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Disebut jama’ah, karena mereka bersatu di atas kebenaran, tidak mau berpecah dalam urusan agama, berkumpul di bawah kepemimpinan para Imam (yang berpegang kepada) al-haq (kebenaran), tidak mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang telah menjadi kesepakatan salaful ummah (para pendahulu yang shalih yaitu Nabi, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka).

Al-jama’ah menurut syariat adalah generasi pertama dari umat ini, yaitu Nabi, para sahabat Nabi, tabi’in (pengikut sahabat Nabi) dan tabiut-tabi’in (pengikut tabi’in) serta orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga hari kiamat.

Imam Abu Syamah Asy-Syafi’i berkata, “Perintah untuk berpegang kepada jama’ah maksudnya adalah berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya, meskipun yang melaksanakan as-sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu apa yang dilaksanakan oleh jama’ah yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah dan para sahabatnya tanpa melihat kepada orang-orang yang menentang.” Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud, “Jama’ah adalah apa yang sesuai dengan kebenaran walaupun engkau sendirian.” Al-Lalikai juga berkata, “Jama’ah itu apa yang sesuai dengan perintah Allah walaupun engkau sendirian.”

Setelah kita mengetahui makna dari ahlussunnah dan ahluljama’ah, bisa kita simpulkan bahwa ahlussunnah wal jama’ah adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti as-sunnah dan menjauhi perkara-perkara yang baru dalam agama.

Sejarah singkat
Penyebutan istilah ahlussunnah wal jama’ah sudah ada sejak generasi pertama Islam pada zaman yang dimuliakan Allah yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabi’ut-tabi’in.

Abdullah bin Abbas berkata, ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Pada hari yang di waktu itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram, adapun orang -orang yang hitam mukanya kepada mereka dikatakan, ‘kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?’. Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu.” (QS. Ali Imran: 106), beliau berkata, “Adapun orang yang putih wajahnya mereka adalah ahlussunnah wal jama’ah, adapun orang yang hitam wajahnya mereka adalah ahlulbid’ah (pengikut perkara-perkara baru di dalam agama) dan ahlulfurqah (mereka yang berpecah belah).”

  1. Kemudian istilah ahlussunnah wal jama’ah diikuti oleh kebanyakan ulama-ulama terdahulu, diantaranya:
    Ayub As-Sikhtiyani, ia berkata, “Ketika aku diberitahu tentang kematian salah seorang dari ahlussunnah, seolah-olah hilang salah satu anggota tubuhku.”
  2. Imam Ahmad bin Hanbal beliau berkata dalam mukadimah kitabnya “As-Sunnah”, “Ini mazhab ahlul ilmi dan ashabul atsar (ahli hadis) dan ahlussunnah, yang mereka dikenal sebagai pengikut Rasul dan para sahabatnya.”, dan lain-lain.

Melalui nukilan di atas, jelas bagi kita bahwa lafaz (kata) ahlussunnah sudah dikenal di kalangan generasi awal umat ini dan para ulama sesudahnya.

Faidah mengetahui makna ahlussunnah wal jama’ah
Setelah mengetahui makna ahlussunnah wal jama’ah dan sejarah singkat istilah tersebut, maka mereka (ahlussunnah wal jama’ah) bisa dibedakan dari kelompok lainnya melalui dua poin penting :

  1. Berpegang teguhnya mereka terhadap as-sunnah sehingga mereka disebut sebagai pengikut as-sunnah (ahlussunnah). Berbeda dengan kelompok-kelompok lain, karena kelompok lain berpegang teguh dengan pendapat, hawa nafsu dan perkataan pemimpin mereka. Oleh karena itu kelompok-kelompok tersebut tidak dinisbatkan kepada ahlussunnah, akan tetapi dinisbatkan kepada kesesatan-kesesatan yang ada pada kelompok itu sendiri dan terkadang dinisbatkan kepada pemimpin mareka, seperti Qadariah yang tersesat dalam memahami iman terhadap qada dan qadar (takdir) dan Jahmiah yang dinisbatkan kepada pemimpin mereka, yaitu Jahm bin Sofwan.
  2. Mereka dinamakan ahluljama’ah karena kesepakatan mereka untuk berpegang teguh dengan al-haq (kebenaran) dan jauhnya mereka dari perpecahan dalam masalah manhaj (metode beragama) dan keyakinan. Walaupun mereka terkadang berbeda dalam masalah ijtihad, itu tidaklah menghalangi untuk tetap dinamakan ahluljama’ah, karena dahulu para sahabat pun berbeda pendapat dalam masalah ijtihad. Adapun kelompok-kelompok lain, mereka tidak bersepakat untuk berpegang teguh dengan kebenaran dan hanya mengikuti hawa nafsu mereka, maka tidak ada kebenaran pada mereka yang menyatukan mereka.

Wallahu a’lam.
[Adam Zaini Abu Ubaidillah]

Sumber: http://stdi.imam-syafii.or.id

Iklan

About Salafy Blora

Lembaga dakwah, sosial, dan pendidikan Islam. berupaya berkhidmat kepada umat Islam khususnya di Blora sesuai manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Posted on 07/05/2010, in Manhaj, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: